Allfree

Juni 23, 2008

Senjata Rahasia Taklukan Ortu

Filed under: Uncategorized — salindri @ 11:57 pm

Minta Teman Merayu, Izin Mudah Didapat

“Saya tidak setuju bila sahabat diibaratkan sebagai bayangan. Sebab, menurut saya, sahabat tetap ada saat terang maupun gelap. Tidak seperti bayangan yang hanya muncul saat terang.”

Kata-kata itulah yang diucapkan oleh Nadine Chandrawinata ketika melaju ke babak lima besar final Putri Indonesia 2006. Mungkin, berkat kata-kata itu pula, juri-juri masih terpesona di babak lima besar sehingga menobatkan Nadine sebagai “Ratu Indonesia”.

Yup, sahabat. Seseorang yang senantiasa mendukung kita dalam keadaan apa pun. Memberikan pujian bila kita melakukan hal bagus dan tidak sungkan mengkritik sikap kita yang salah.

So, nggak salah kalau terkadang kita menjadikan sahabat sebagai bemper. Meminta pertolongannya untuk sedikit bersilat lidah demi mendapatkan kata setuju dari ortu. Seperti yang pernah dialami 68,1 persen responDet. Mereka mengaku pernah dimintai tolong melobi ortu teman untuk berbagai alasan. Mulai izin bepergian (81,4 persen) hingga masalah pacaran (10, persen).

Yang pertama mau bercerita adalah Alvian Arifin. Pelajar SMA Al-Hikmah itu mengaku sering dimintai tolong melobi ortu temannya. Buat apa? Meminta izin bepergian. “Pernah lho, dalam seminggu, aku dua kali minta izin ke ortu temanku tersebut. Padahal, hanya izin jalan-jalan ke mal,” seru dia. Dan, semua lobi yang dilakukannya berhasil!

Nggak kalah dengan Alvian, 91,7 persen responDet lain juga mengaku sering berhasil ketika melobi ortu teman. Seperti Ajeng Nur Anisa. Cewek penyuka warna ungu itu juga sering dijadikan humas dadakan oleh temannya.

Misal, ada acara pergi nonton bareng teman sekelas. Kalau Ajeng nggak turun tangan, dijamin temannya yang satu itu nggak diperbolehkan ikut. “Saking seringnya, terkadang aku otomatis langsung melobi tanpa harus diminta. He he he,” ujar siswi SMAN 2 tersebut.

Sama-sama jago melobi, tapi beda spesialis. Itulah Astrid Mega Saputri jika dibandingkan dengan Ajeng. Kalau Ajeng jago mengizinkan teman bepergian, Astrid lebih sering bertindak sebagai dewi cinta.

Ceritanya nih, teman Astrid pernah punya kasus pacaran backstreet. Nah, yang namanya pacaran, tentu harus ada kencannya, dong! Parahnya, teman Astrid belum mengantongi izin dari sang ortu. Terpaksa deh Astrid bertindak. “Awalnya sih takut. Tapi, lama-lama biasa aja. Sukses lagi!” tuturnya bersemangat.

Ufuk Caroline juga nggak kalah dalam urusan melobi cinta. Berkat keahliannya, ortu sang teman selalu mengizinkan anaknya untuk pergi kencan.

“Aku nggak pernah nyangka lho kalo berhasil, ” seru siswi SMA Stanislaus ini. Pasalnya, Ufuk mengaku tidak begitu dekat dengan ortu sang teman. Bertemu juga jarang.

Izin bepergian dan izin kencan. Itulah keahlian jago-jago lobi putih abu-abu asal Kota Pahlawan. Yang berikut, pejuang putih biru ingin unjuk gigi. Dia adalah Zulfikar yang sehari-hari bersekolah di SMPN 19.

Spesialisasi Zulfikar terkait dengan masalah finansial alias uang saku. Wah, sudah kayak ekonom tokcer, nih! “Aku cuma bercerita ke ortu temanku kalau harga makanan sekarang di sekolah sudah mahal. Eh, nggak tahunya, uang saku temanku itu dinaikin. Canggih juga aku! Ho ho ho,” koar dia.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: