Allfree

Juni 24, 2008

Jenis dan Macam-macam Imunisasi Kekebalan Tubuh

Filed under: Uncategorized — salindri @ 7:10 am

A. Imunisasi Aktif

Imunisasi aktif adalah kekebalan tubuh yang didapat seseorang karena tubuh yang secara aktif membentuk zat anti bodi.

1. Imunisasi aktif alamiah

Adalah kekebalan tubuh yang secara otomatis diperoleh setelah sembuh dari suatu penyakit.

2. Imunisasi aktif buatan

Adalah kekebalan tubuh yang didapat dari vaksinasi yang diberikan untuk mendapatkan perlindungan dari suatu penyakit

B. Imunisasi Pasif

Imunisasi adalah kekebalan tubuh yang bisa diperoleh seseorang yang zat kekebalan tubuhnya didapatkan dari luar.

1. Imunisasi pasif alamiah

Adalah antibody yang didapat seseorang karena diturunkan oleh ibu yang merupakan orang tua kandung langsung ketika berada dalam kandungan.

2. Imunisasi pasif buatan

Adalah kekebalan tubuh yang diperoleh karena suntikan serum untuk mencegah penyakit tertentu

Imunisasi, Upaya untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Zat yang dimasukkan ke dalam tubuh disebut vaksin. Vaksin adalah sebuah senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus. Terbuat dari virus yag telah dimatikan atau “dilemahkan” dengan menggunakan bahan-bahan tambahan lainnya seperti formalaldehid, thymerosal, dan lainnya.

Jenis-jenis imunisasi atau vaksinasi antara lain adalah vaksin terhadap penyakit hepatitis, polio, Rubella, BCG, DPT, Measles –Mumps-Rubella (MMR), cacar air, dan jenis penyakit lainnya seperti influenza. Bunda yang memiliki anak balita pasti sudah sering membawa balitanya pergi ke tenaga medis terdekat untuk memperoleh imunisasi.

Pemberian vaksin dilakukan dalam rangka untuk memproduksi sistem immune (kekebalan tubuh) seseorang terhadap suatu penyakit. Berdasarkan teori antibodi, ketika benda asing masuk seperti virus dan bakteri ke dalam tubuh manusia, maka tubuh akan menandai dan merekamnya sebagai suatu benda asing. Kemudian tubuh akan membuat perlawanan terhadap benda asing tersebut dengan membentuk yang namanya antibodi terhadap benda asing tersebut. Antibodi yang dibentuk bersifat spesifik yang akan berfungsi pada saat tubuh kembali terekspos dengan benda asing tersebut.

Berdasarkan peraturan WHO yang ada di UCI (Universal Child Imunitation), imunisasi untuk bayi dan anak usia 0 – 10 tahun terdiri dari BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B, MMR, dan Tetanus Toxoid (TT). Efektivitas imunisasi hanya bertahan sekitar 5 – 10 tahun. Jadi di antara usia tersebut, anak perlu diimunisasi lagi atau istilahnya booster (penguat).

Namun, perlu diingat bahwa Imunisasi tidak dapat memproteksi bayi dan anak hingga 100 persen. Kira-kira hanya 80 persen saja, dan itu sudah cukup. Imunisasi perlu diulang dalam jangka waktu tertentu demi memperkuat kekebalan yang mulai menurun di dalam tubuh. Namun bila lupa melakukan imunisasi ulang, anda tak perlu melakukan lagi imunisasi dasar.

Secara umum, imunisasi terdiri dari 2 golongan. Golongan pertama adalah imunisasi yang harus selesai sebelum usia setahun dan golongan kedua adalah imunisasi yang tak boleh dilaksanakan pada usia di bawah setahun. Perlu diperhatikan, ada beberapa imunisasi yang sebaiknya dilakukan tepat berdasarkan umur.

Imunisasi yang harus selesai dilaksanakan di bawah usia setahun adalah Hepatitis B-1, Polio-0, Hepatitis B-2, BCG, DTP-1, Hib-1, Polio-1, DTP-2, Hib-2, Polio-2, DTP-3, Hib-3, Polio-3, Hepatitis B-3, dan Campak-1. Sedangkan setelah usia setahun, masih ada beberapa imunisasi lagi yang harus dilakukan, di antaranya adalah MMR, Hib-4, DTP-4, Polio-4, Hepatitis A, dan Tifoid. Setelah berusia 5 tahun ke atas, anak juga dapat memperoleh imunisasi Tifoid, DTP-5, Polio-5, MMR, dT/TT, dan Varisela.

Juni 23, 2008

Senjata Rahasia Taklukan Ortu

Filed under: Uncategorized — salindri @ 11:57 pm

Minta Teman Merayu, Izin Mudah Didapat

“Saya tidak setuju bila sahabat diibaratkan sebagai bayangan. Sebab, menurut saya, sahabat tetap ada saat terang maupun gelap. Tidak seperti bayangan yang hanya muncul saat terang.”

Kata-kata itulah yang diucapkan oleh Nadine Chandrawinata ketika melaju ke babak lima besar final Putri Indonesia 2006. Mungkin, berkat kata-kata itu pula, juri-juri masih terpesona di babak lima besar sehingga menobatkan Nadine sebagai “Ratu Indonesia”.

Yup, sahabat. Seseorang yang senantiasa mendukung kita dalam keadaan apa pun. Memberikan pujian bila kita melakukan hal bagus dan tidak sungkan mengkritik sikap kita yang salah.

So, nggak salah kalau terkadang kita menjadikan sahabat sebagai bemper. Meminta pertolongannya untuk sedikit bersilat lidah demi mendapatkan kata setuju dari ortu. Seperti yang pernah dialami 68,1 persen responDet. Mereka mengaku pernah dimintai tolong melobi ortu teman untuk berbagai alasan. Mulai izin bepergian (81,4 persen) hingga masalah pacaran (10, persen).

Yang pertama mau bercerita adalah Alvian Arifin. Pelajar SMA Al-Hikmah itu mengaku sering dimintai tolong melobi ortu temannya. Buat apa? Meminta izin bepergian. “Pernah lho, dalam seminggu, aku dua kali minta izin ke ortu temanku tersebut. Padahal, hanya izin jalan-jalan ke mal,” seru dia. Dan, semua lobi yang dilakukannya berhasil!

Nggak kalah dengan Alvian, 91,7 persen responDet lain juga mengaku sering berhasil ketika melobi ortu teman. Seperti Ajeng Nur Anisa. Cewek penyuka warna ungu itu juga sering dijadikan humas dadakan oleh temannya.

Misal, ada acara pergi nonton bareng teman sekelas. Kalau Ajeng nggak turun tangan, dijamin temannya yang satu itu nggak diperbolehkan ikut. “Saking seringnya, terkadang aku otomatis langsung melobi tanpa harus diminta. He he he,” ujar siswi SMAN 2 tersebut.

Sama-sama jago melobi, tapi beda spesialis. Itulah Astrid Mega Saputri jika dibandingkan dengan Ajeng. Kalau Ajeng jago mengizinkan teman bepergian, Astrid lebih sering bertindak sebagai dewi cinta.

Ceritanya nih, teman Astrid pernah punya kasus pacaran backstreet. Nah, yang namanya pacaran, tentu harus ada kencannya, dong! Parahnya, teman Astrid belum mengantongi izin dari sang ortu. Terpaksa deh Astrid bertindak. “Awalnya sih takut. Tapi, lama-lama biasa aja. Sukses lagi!” tuturnya bersemangat.

Ufuk Caroline juga nggak kalah dalam urusan melobi cinta. Berkat keahliannya, ortu sang teman selalu mengizinkan anaknya untuk pergi kencan.

“Aku nggak pernah nyangka lho kalo berhasil, ” seru siswi SMA Stanislaus ini. Pasalnya, Ufuk mengaku tidak begitu dekat dengan ortu sang teman. Bertemu juga jarang.

Izin bepergian dan izin kencan. Itulah keahlian jago-jago lobi putih abu-abu asal Kota Pahlawan. Yang berikut, pejuang putih biru ingin unjuk gigi. Dia adalah Zulfikar yang sehari-hari bersekolah di SMPN 19.

Spesialisasi Zulfikar terkait dengan masalah finansial alias uang saku. Wah, sudah kayak ekonom tokcer, nih! “Aku cuma bercerita ke ortu temanku kalau harga makanan sekarang di sekolah sudah mahal. Eh, nggak tahunya, uang saku temanku itu dinaikin. Canggih juga aku! Ho ho ho,” koar dia.

Hello world!

Filed under: Uncategorized — salindri @ 12:40 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog di WordPress.com.